Menu buka puasa sering jadi hal yang paling dinanti saat Ramadhan. Setelah seharian berpuasa, rasanya ingin langsung menikmati hidangan yang segar, dingin, dan manis. Tapi tanpa disadari, menu buka puasa tertentu justru bisa memicu gigi sensitif. Kalau salah pilih, momen berbuka puasa yang harusnya menyenangkan malah berubah jadi drama ngilu.
Penyebab Gigi Sensitif Lebih Mudah Kambuh Saat Puasa
Saat berpuasa, produksi air liur menurun karena tubuh tidak mendapat asupan cairan selama berjam-jam. Padahal, air liur berfungsi melindungi gigi dari asam dan bakteri. Kondisi mulut yang lebih kering membuat lapisan enamel melemah, sehingga gigi sensitif lebih mudah terasa ngilu, terutama saat pertama kali menyantap menu buka puasa.
Menu Buka Puasa yang Berisiko Picu Gigi Sensitif
Beberapa menu buka puasa berikut perlu diwaspadai karena berpotensi memicu gigi sensitif:
1.Makanan dan Minuman Terlalu Manis
Kolak, biji salak, sirup, dan dessert manis memang identik dengan menu buka puasa. Gula yang menempel di gigi akan diubah bakteri menjadi asam. Jika sering dikonsumsi tanpa perawatan yang tepat, enamel bisa menipis dan memicu gigi sensitif.
2.Makanan Asam
Minuman berbahan jeruk, nanas, atau tambahan perasan lemon memang terasa segar untuk buka puasa. Namun, kandungan asam yang tinggi dapat mempercepat pengikisan enamel. Saat menu buka puasa dengan rasa asam dikonsumsi dalam kondisi mulut kering, risiko ngilu pada gigi sensitif jadi bertambah.
3.Takjil Dingin
Minuman es, es krim, atau es teh sering jadi favorit. Perubahan suhu yang mendadak dari panas ke dingin saat menyantap menu buka puasa bisa langsung memicu rasa nyeri pada gigi sensitif karena saraf gigi bereaksi lebih cepat.
4.Makanan Panas
Sup panas, gorengan baru diangkat, atau teh panas juga bisa berdampak negatif. Suhu panas berlebih dapat membuat gigi mengalami stres termal. Jika enamel sudah menipis, gigi sensitif akan lebih mudah terasa nyeri saat mengonsumsi menu buka puasa jenis ini.
Solusi Gigi Sensitif Selama Ramadhan
Agar tetap bisa menikmati menu buka puasa, beberapa solusi gigi sensitif ini bisa diterapkan:
- Awali berbuka dengan air putih bersuhu normal untuk membantu melembapkan mulut.
- Jangan langsung menyikat gigi setelah buka puasa, tunggu sekitar 30 menit agar enamel tidak semakin terkikis.
- Pastikan menggunakan produk perawatan rongga mulut yang tepat. Gunakan pasta gigi sensitif yang mengandung potassium nitrate untuk membantu kurangi rasa ngilu pada gigi sensitif. Salah satu pilihan terbaik adalah enzim 40plus. Selain sebagai solusi gigi sensitif, enzim 40plus juga beri perlindungan ekstra terhadap mulut kering, sariawan, gusi berdarah hingga bau mulut. Lengkapi juga dengan obat kumur untuk gigi sensitif yang bebas alkohol seperti enzim mouthwash. Kombinasi pasta gigi enzim dan enzim mouthwash dapat menjaga keseharan rongga mulut secara keseluruhan sehingga aktivitas ramadhan tetap nyaman.
Dengan memilih menu buka puasa secara lebih bijak dan menerapkan perawatan yang tepat, gigi sensitif bukan lagi penghalang menikmati momen berbuka. Puasa lancar, senyum pun tetap aman sampai Lebaran.

Pasta Gigi enzim 40 Plus
Varian 40 Plus merupakan pasta gigi tanpa detergen yang diformulasikan untuk pengguna usia 40 tahun ke atas atau usia sebelumnya yang terindikasi memiliki gigi sensitif, atau memiliki masalah mulut kering, gigi ngilu, radang gusi dan bau mulut.



