Search

Bahan Pemutih Gigi yang Ternyata Punya Risiko Tersembunyi

Memiliki gigi putih alami memang jadi dambaan banyak orang. Tak heran jika berbagai bahan dan cara memutihkan gigi semakin populer terutama di kalangan anak muda. Mulai dari penggunaan bahan alami hingga produk pemutih gigi mudah ditemukan di pasaran. Namun, di balik hasilnya yang tampak cepat, tidak semua bahan pemutih cocok untuk penggunaan jangka panjang. Ada risiko tersembunyi yang jarang disadari. Berikut beberapa bahan pemutih yang sering digunakan namun ternyata menyimpan risiko.

Charcoal atau Arang Aktif

Salah satu bahan yang paling populer untuk memutihkan gigi adalah charcoal atau arang aktif. Meski dianggap sebagai bahan alami, tapi ternyata charcoal bersifat abrasif. Partikel harusnya dapat mengikis enamel gigi jika digunakan terlalu sering. Akibatnya, lapisan pelindung gigi menipis yang membuat saraf gigi terekspos dan menyebabkan rasa ngilu saat makan atau minum dingin  atau panas. Jadi, apabila merasa gigi tiba-tiba sensitif setelah pakai pasta gigi degan kandungan charcoal, itu  berarti bukan suatu kebetulan.

Baking Soda 

Bahan dapur ini sering direkomendasikan sebagai cara alami memutihkan gigi. Memang baking soda bisa membantu mengangkat noda dari kopi atau teh. Namun, sifat abrasifnya bisa jadi masalah jika digunakan terlalu sering. Pemakaian rutin tanpa takaran yang tepat justru bisa membuat permukaan gigi menipis dan tampak kusam. Selain itu, karena enamel terkikis perlahan, jadi gigi akan lebih mudah terasa ngilu.

Asam Buah (Lemon, Stroberi, Jeruk)

Banyak orang percaya bahwa buah asam bisa membantu memutihkan gigi secara alami. Padahal kandungan asam sitrat dalam buah-buahan yang asam dapat melarutkan mineral penting di enamel gigi. Jika terlalu sering menggosokan buah asam, maka permukaan gigi akan jadi lebih kasar dan mudah menempel noda baru. Akibatnya, gigi terasa lebih sensitif. Jadi, cara alami memutihkan gigi ini tidak disarankan untuk jangka panjang.

Solusi Aman untuk Gigi Bersih Tanpa Rasa Ngilu

Jika mulai merasakan ngilu saat mengonsumsi makanan atau minuman dingin dan panas, itu tandanya enamel mulai melemah. Untuk mencegahnya, pilihlah produk yang membersihkan tanpa merusak lapisan gigi. Salah satu pilihan yang aman adalah pasta gigi enzim 40plus pasta gigi ngilu, solusi gigi sensitif.

Berbeda dengan pasta gigi biasa, enzim 40plus tanpa detergen, mengandung enzim aktif dan protein yang membantu membersihkan gigi dan melindungi tanpa bahan abrasif. Pemakaian rutin pasta gigi ngilu seperti enzim 40plus dapat membantu membentuk lapisan pelindung pada saraf gigi sehingga sensasi ngilu berkurang perlahan.

Memiliki gigi putih bukan berarti harus mengorbankan enamel. Dengan memilih bahan dan produk yang tepat, kamu bisa tetap memiliki gigi cerah sekaligus sehat. Gunakan pasta gigi ngilu yang diformulasikan khusus seperti Enzim 40plus sebagai solusi gigi sensitif jangka panjang agar senyum tetap cerah, sehat, dan bebas rasa ngilu.

Pasta Gigi enzim 40 Plus

Varian 40 Plus merupakan pasta gigi tanpa detergen yang diformulasikan untuk pengguna usia 40 tahun ke atas atau usia sebelumnya yang terindikasi memiliki gigi sensitif, atau memiliki masalah mulut kering, gigi ngilu, radang gusi dan bau mulut.