Puasa seringkali membuat orang lebih menjaga penampilan dan sikap, termasuk urusan nafas karena jika nafas kurang segar tentu akan menurunkan percaya diri. Menurut dokter gigi, keluhan bau mulut saat puasa adalah hal yang paling sering dialami banyak orang. Kondisi ini wajar terjadi karena tubuh mengalami perubahan pola makan dan asupan cairan. Namun, menurut dokter gigi, bau mulut bukan berarti harus dibiarkan begitu saja.
Dengan memahami penyebabnya dari sisi medis dan kebiasaan sehari-hari, bau mulut saat puasa bisa dicegah agar puasa tetap nyaman dan percaya diri.
Penyebab Bau Mulut Saat Puasa
Menurut dokter gigi, penyebab utama bau mulut saat puasa adalah menurunnya produksi air liur. Saat tidak makan dan minum selama berjam-jam, kondisi mulut kering saat puasa tidak bisa dihindari. Padahal air liur berfungsi membersihkan sisa makanan dan menekan pertumbuhan bakteri. Dokter gigi menjelaskan bahwa ketika mulut kering, bakteri lebih aktif menghasilkan gas sulfur yang berbau tidak sedap. Inilah alasan kenapa bau mulut saat puasa sering terasa lebih kuat, terutama di siang hari. Selain itu, plak gigi, lidah yang kotor, dan gusi yang tidak sehat juga menjadi faktor utama penyebab bau mulut, bukan masalah lambung seperti yang sering disalahpahami.
Kebiasaan Sehat Agar Puasa Tidak Bau Mulut
Menurut dokter gigi, ada beberapa langkah sederhana agar puasa tidak bau mulut. Pertama, penuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka untuk membantu menjaga kelembapan mulut lebih lama. Kedua, batasi makanan berbau tajam seperti petai, jengkol, dan durian, serta kurangi konsumsi makanan terlalu manis. Dokter gigi juga menyarankan untuk membersihkan gigi dan lidah secara rutin karena lidah sering menjadi tempat menumpuknya bakteri penyebab bau mulut saat puasa.
Rekomendasi Pasta Gigi Menurut Dokter Gigi
Dalam memilih pasta gigi untuk bau mulut, menurut dokter gigi sebaiknya pilih produk yang tidak membuat mulut semakin kering. Pasta gigi Enzim direkomendasikan karena tanpa detergen sehingga tidak menyebabkan mulut kering. Kandungan enzim aktif dan proteinnya juga bantu mengontrol bakteri jahat secara alami. Selain itu, pasta gigi enzim juga mampu menjaga kesegaran nafas hingga 21 jam, sehingga bau mulut saat puasa bisa tetap terkendali meski tanpa makan dan minum. Bahkan untuk varian enzim 40plus, dapat menjadi pasta gigi sensitif sekaligus memberi perlindungan ekstra mulut kering, sariawan, gusi berdarah, hingga bau mulut.
Tips Memilih Obat Kumur untuk Puasa
Menurut dokter gigi, perawatan gigi akan lebih optimal jika dilengkapi dengan obat kumur untuk bau mulut. Pilih obat kumur tanpa alkohol agar tidak memperparah kondisi mulut kering saat puasa. Enzim Mouthwash membantu menjaga keseimbangan alami rongga mulut dan membuat napas lebih segar lebih lama. Bagi yang memiliki masalah sensitif, dokter gigi juga menyarankan menggunakan obat kumur untuk gigi sensitif agar tetap nyaman tanpa rasa perih atau ngilu. Kabar baiknya, enzim mouthwash sudah dilengkapi potassium nitrate sehingga efektif kurangi ngilu pada gigi sensitif.
Menurut dokter gigi, kombinasi kebiasaan sehat, pola makan seimbang, dan perawatan gigi yang tepat adalah kunci utama mengatasi bau mulut saat puasa. Dengan bantuan pasta gigi Enzim dan Enzim Mouthwash, napas bisa tetap segar hingga 21 jam. Puasa pun terasa lebih tenang, aktivitas lancar, dan rasa percaya diri tetap terjaga sepanjang Ramadan.

Pasta Gigi enzim 40 Plus
Varian 40 Plus merupakan pasta gigi tanpa detergen yang diformulasikan untuk pengguna usia 40 tahun ke atas atau usia sebelumnya yang terindikasi memiliki gigi sensitif, atau memiliki masalah mulut kering, gigi ngilu, radang gusi dan bau mulut.


