Puasa sering dianggap cuma soal menahan lapar dan haus. Padahal, selama Ramadan tubuh mengalami banyak perubahan yang bisa terasa cukup mengganggu. Mulai dari pola makan yang berubah, jam tidur yang bergeser, hingga asupan cairan yang berkurang drastis, semuanya ikut memengaruhi kondisi tubuh. Tak heran jika berbagai keluhan kesehatan mulai muncul saat puasa.
Sayangnya, banyak orang belum memahami kenapa hal-hal ini bisa terjadi. Akibatnya, keluhan yang sebenarnya ringan sering dianggap sepele. Padahal, jika penyebabnya dipahami sejak awal, kondisi tersebut bisa dicegah dan dikendalikan dengan lebih mudah. Inilah fakta kesehatan saat puasa yang paling sering ditanyakan.
Kenapa Gula Darah Naik Saat Puasa
Gula darah naik bukan karena puasa, tapi karena pola berbuka. Konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan dalam waktu singkat memicu lonjakan gula darah, membuat tubuh cepat lelah dan mulut terasa kurang segar.
Kenapa Perut Terasa Panas atau Melilit Setelah Berbuka
Perut kosong seharian lalu langsung diisi makanan pedas, berminyak, atau berlebihan bisa mengiritasi lambung. Makan terlalu cepat juga membuat perut terasa panas dan tidak nyaman.
Kenapa Mulut Kering Saat Puasa
Saat puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam. Akibatnya, produksi air liur menurun. Padahal air liur berfungsi menjaga kelembapan mulut dan melindungi gigi dari bakteri. Ketika mulut kering, rongga mulut jadi lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri yang bisa memicu bau mulut dan rasa tidak nyaman sepanjang hari. Mulut kering juga sering makin terasa jika saat sahur kurang minum air putih atau terlalu banyak konsumsi makanan asin dan berkafein.
Kenapa Bau Mulut Lebih Terasa Saat Puasa
Bau mulut saat puasa sebenarnya bukan hal aneh. Kondisi mulut yang kering membuat bakteri lebih aktif memecah sisa makanan dan menghasilkan aroma tidak sedap. Selain itu, plak gigi dan sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik juga memperparah bau mulut. Banyak orang mengira bau berasal dari lambung, padahal sebagian besar sumbernya ada di mulut. Karena itu, menjaga kebersihan gigi tetap penting agar puasa tetap nyaman dan percaya diri.
Solusi agar Puasa Tetap Nyaman dan Tidak Bau Mulut
Agar puasa tidak bau mulut, penting menjaga pola makan dan perawatan gigi. Pastikan cukup minum air saat sahur dan berbuka, konsumsi makanan seimbang, serta hindari makanan berbau tajam berlebihan seperti petai, jengkol, durian, dan lainnya.
Gunakan pasta gigi untuk bau mulut seperti enzim fresh mint, tanpa detergen sehingga tidak membuat mulut kering dan mengandung enzim aktif dan protein untuk bantu kontrol bakteri jahat. Pasta gigi enzim dapat bertahan aktif di rongga mulut hingga 21 jam, jadi meski sedang berpuasa nafas tetap segar. Selain itu juga dapat mencegah sariawan.
Lengkapi dengan obat kumur untuk bau mulut agar nafas tetap segar lebih lama. Bagi yang punya gigi sensitif, memilih obat kumur untuk gigi sensitif seperti enzim mouthwash juga penting agar bebas dari ngilu.
Dengan memahami perubahan yang terjadi selama puasa dan cara mengatasinya, keluhan seperti mulut kering, bau mulut, hingga rasa tidak nyaman setelah berbuka sebenarnya bisa diminimalkan. Kuncinya ada pada pola makan yang lebih bijak, asupan cairan yang cukup, serta perawatan gigi dan mulut yang tepat. Dengan begitu, puasa tidak hanya terasa lebih ringan bagi tubuh, tapi juga tetap nyaman dan percaya diri saat beraktivitas. Ramadan pun bisa dijalani dengan lebih tenang tanpa terganggu masalah kesehatan kecil yang sering muncul.

Enzim Fresh Mint
Varian Fresh Mint dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut serta membuat nafas lebih segar. Produk ini aman digunakan untuk sehari-hari dalam jangka panjang mengandung enzim Amiloglucosidase (AMG), Gluco-oksidase (GO) dan Laktoperoksidase (LPO). Ketiganya berperan mengembalikan fungsi alamiah sistem laktoperokidase atau anti-bakteri di dalam air liur sehingga dapat mengontrol perkembangbiakan bakteri dalam rongga mulut.


